Rabu, 17 Februari 2016
Supir mobil ambulance
Ambulan Rumah Sakit Jiwa terpaksa berhenti di jalan karena ban bocor. Waktu sedang mengganti ban, si supir tidak sengaja menendang empat baut ke selokan dan hilang.
Dengan panik si supir berteriak, "Waduh, gimana gue mesti pasang ban kalau nggak ada bautnya?!"
Salah satu pasien gila di dalam ambulan nyeletuk, "Bang, copotin aja tuh satu baut dari masing-masing tiga roda lainnya, terus pasang ke bannya, jadi tiap ban dapat tiga baut, entar kalau ada toko baut, tinggal beli tuh empat baut."
Si supir langsung lega. " Pintar juga loe. Tapi, kenapa loe bisa masuk rumah sakit jiwa sih?"
Pasien itu menjawab, "HELLOOO!!! Pliiiis deh! Kita ini cuma gila, bukan bego kayak loe!"
Sabtu, 06 Februari 2016
Berhentilah Berharap Kepada Dia Yang Tidak Mencintai Kita
Pernahkah kamu meletakkan sebuah harapan yang amat besar sekali kepada seseorang ? Namun apa yang terjadi ketika semua harapan itu terasa pupus ? Namun sampai kapankah kita akan terus begini ? sampai kapan kita pertahankan dia dalam diri kita ini ? Kenapa harus dia yang selalu kita pikirkan, tetapi sudah tidak ada kemungkinan lagi untuknya. Bahkan dalam pikiran kita selalu terpikir bahwa harapan itu pasti akan terwujud. Namun apa kenyataanya ? sampai sekarang keinginan itu hanya menjadi sebuah mimpi belaka. Mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Lalu apa yang seharusnya patut kita lakukan ? Apakah kita harus berhenti disini dan menyerah untuk berharap kepadanya ?
Ada kalanya kita harus merelakan seseorang, ada kalanya pula kita harus mampu berlapang dada dan menerima. Kemudian ada kalanya kita akan terus pantang menyerah untuk berharap dengannya. Sebetulnya semua itu tergantung dirimu. Percayalah pada kata hatimu, karena hatimu tidak akan berbohong dan Tuhan akan selalu membantumu. Jika kamu memilih untuk berhenti berharap maka lakukanlah, berusahalah untuk melupakannya karena mungkin dia buka jodohmu, dan apabila kamu lebih memilih untuk terus berjuang mendapatkannya. Maka pastikanlah bahwa itu ada sebuah kemungkinan atau peluang yang besar untuk mendapatkannya. Jangan sampai kau melawan takdirmu dan mintalah petunjuk Tuhan untuk memilih kedua pilihan tersulit ini.
Dalam sebuah cinta pasti akan memberi warna, entah warna itu putih, hitam, merah, atau apapun itu. Yang jelas itulah cinta, dalam sebuah percintaan segala hal memang membekas dihati. Dan pastikan bahwa hatimu adalah hati yang bijak dan bisa menentukan langkah terbaik dalam mengambil keputusan. Walaupun keputusan itu adalah menyatakan berhenti untuk berharap kepada orang yang sangat kita cintai dalam hidup ini.
Jumat, 29 Januari 2016
ASDFGKL ga tau judulnya harus apa
"Semua Tentang kita " hanya " Tinggal Kenangan ''
"Cinta memang kadang-kadang tak ada logika "
Hidup ku '' Hampa " tanpa diri-Mu...
" Disaat sendiri " hidup ini seperti " Butiran Debu "
" Risau" hati ini terkadang " Ingin menghapus Jejak mu " yg pernah singah di hatiku .
" Kenangan Terindah " masih " Membekas dihati " ini ..
" Aku Yang Tersakiti " merelakan dan melepas kamu pergi ....
Mungkin " Aku Memang Manusia Bodoh "
Ku tulis sebuah "Surat Kecil Untuk Tuhan " Agar " Lumpuhkan IngatanKu " Tentang mu .
Berharap Tuhan kirimkan kembali " Cinta Sejati " dan " Cinta Terbaik " untuk Ku ..
" Karena Aku Tak Mau Sendiri " ..
" Jika " Kau " Tercipta UntukKu " , Ku yakin pasti kembali karena kau adalah " Sunny-Ku "
dan " Cobalah Untuk Setia "
'' Jujur " Kau masih Tersimpan di " Ruang Rindu " ..
Aku " Hanya Manusia Biasa " Yang Masih Bisa mengenangmu Walaupun "Perih "..
" Kau Yang Memilih Aku " dan kau juga yang sakiti aku .
"Aku Masih Seperti Yang Dulu " Masih Selalu Cinta " dan Karena Semua " Demi Cinta "
Jika Engkau masih melakukan " Kesalahan Yang Sama "
Maaf " Aku Harus Pergi "
karena " Aku bukan Boneka "
CERITA INI TIDAK ADA MAKSUD APA-APA
KARENA CERITA INI DI SUNTING DARI BEBERAPA JUDUL LAGU UNTUK DIJADIKAN SEBUAH KARANGAN SEMATA..
"Cinta memang kadang-kadang tak ada logika "
Hidup ku '' Hampa " tanpa diri-Mu...
" Disaat sendiri " hidup ini seperti " Butiran Debu "
" Risau" hati ini terkadang " Ingin menghapus Jejak mu " yg pernah singah di hatiku .
" Kenangan Terindah " masih " Membekas dihati " ini ..
" Aku Yang Tersakiti " merelakan dan melepas kamu pergi ....
Mungkin " Aku Memang Manusia Bodoh "
Ku tulis sebuah "Surat Kecil Untuk Tuhan " Agar " Lumpuhkan IngatanKu " Tentang mu .
Berharap Tuhan kirimkan kembali " Cinta Sejati " dan " Cinta Terbaik " untuk Ku ..
" Karena Aku Tak Mau Sendiri " ..
" Jika " Kau " Tercipta UntukKu " , Ku yakin pasti kembali karena kau adalah " Sunny-Ku "
dan " Cobalah Untuk Setia "
'' Jujur " Kau masih Tersimpan di " Ruang Rindu " ..
Aku " Hanya Manusia Biasa " Yang Masih Bisa mengenangmu Walaupun "Perih "..
" Kau Yang Memilih Aku " dan kau juga yang sakiti aku .
"Aku Masih Seperti Yang Dulu " Masih Selalu Cinta " dan Karena Semua " Demi Cinta "
Jika Engkau masih melakukan " Kesalahan Yang Sama "
Maaf " Aku Harus Pergi "
karena " Aku bukan Boneka "
CERITA INI TIDAK ADA MAKSUD APA-APA
KARENA CERITA INI DI SUNTING DARI BEBERAPA JUDUL LAGU UNTUK DIJADIKAN SEBUAH KARANGAN SEMATA..
Senin, 25 Januari 2016
5 Bencana yang Bisa Datang kalau Orang Tua Kamu Bikin Akun Socmed
Sekarang, hampir semua orang udah terkontaminasi sama social media. Karena semenjak ada social media lah segala informasi jadi tersebar dengan cepat. Nggak kayak dulu, mau dapet info aja harus baca koran sama nonton TV dulu. Belum lagi kalau koran atau TV-nya punya kepentingan sendiri, bakalan dibuat-buat deh beritanya.
Rata-rata, pengguna socmed isinya anak muda. Orang tua jarang banget yang punya. Menurut mereka, nggak ada gunanya bikin-bikin akun socmed. Mending bikin lalapan. Biar bisa dimakan anak sama suami.
Tapi sebenernya beruntung lho orang tua nggak bikin akun socmed. Kalau bikin, gawat! Soalnya…
1. Jadi Bisa Ngebajak Hal yang paling bikin was-was kalau orangtua punya akun socmed: bisa ngebajak. Orang tua kan suka rese ya. Nanti kalau ada HP nganggur, sama dia pasti dimain-mainin. Socmed-nya dibajak. Terus semua DM atau pesannya dibaca-bacain.
2. Mau Update Jadi Nggak Bebas Semua orangtua kan gitu ya, selalu punya rasa khawatir yang berlebihan sama anaknya. Apalagi anaknya cewek. Pulang telat sedikit aja ditelpon-telponin. Ya emang sih, sebenarnya wajar mereka khawatir. Orang pas buat dan ngeluarinnya aja susah. Eh, pas buat mah gampang, ya. Coba bayangin kalau mereka bikin akun socmed. Hal yang pertama mereka lakuin pasti nge-follow-follow-in anaknya. Terus, yang jadi anaknya tertekan deh. Mau update jadi nggak bebas. Solusinya: block. Lalu berdoa semoga akun kamu nggak dikutuk jadi akun bot.
3. Sering Curhat Pada dasarnya, orang tua juga suka curhat. Cuma nggak keliatan aja dia curhatnya ke mana. Biasanya sih kalau nggak ke istri/suami, ya ke sodaranya. Kan kalau orang tua kamu punya akun socmed jadi gawat. Pagi-pagi taunya dia update. “Duh, masak apa ya hari ini? Malah tukang sayur semuanya naik haji lagi.” Atau kalau akhir bulan. “Duh, si papa. Masa uang bulanan mama semuanya dijadiin infaq sih.” Abis mereka ngetwit gitu, taunya diliatin temen kamu. Terus diomongin di mana-mana. Terus mama kamu masuk Hitam Putih.
4. Sering Dikepoin Biasanya orang tua suka insecure. Dia selalu pengin tau semua urusan yang dilakuin sama anak-anaknya. Walaupun sebenarnya privacy, tapi bagi mereka ah, bodo amat, anak-anak gue inih. Gue masukin ke perut lagi nih kalo songong-songong. Jadi jangan heran ketika mereka punya socmed, dia sering nge-stalk. Terus pas ngeliat tweet kamu, tiba-tiba komentar. “Kasian ya anak gue, hari ini dia baru kehilangan satu pengikut. Malah curhatnya sok-sokan pake bahasa Inggris lagih. Emangnya gue ngerti.”
5. Bakalan Suka Nyamber Bener-bener kasian sama anak yang orangtuanya punya social media. Kan nggak enak ya, kalau seandainya dia mention-mentionan sama pacarnya. “Sayang kamuuuu… :-* ” tiba-tiba orangtuanya nyeletuk. “Uuuh co cweet…. ( wakakakakak )
MAKAN DULU!!! . MANDII DULU” Atau kalau ada yang mention. “Kak, kok ganteng, sih?” tiba-tiba ada yang nyeletuk. “Ohiya, dong. Siapa dulu papanya?” buakakakakakak
Ada yang orangtuanya punya akun socmed, nggak? Terus, gimana pengalaman kamu?
Cerita BURUANNN !!
1. Jadi Bisa Ngebajak Hal yang paling bikin was-was kalau orangtua punya akun socmed: bisa ngebajak. Orang tua kan suka rese ya. Nanti kalau ada HP nganggur, sama dia pasti dimain-mainin. Socmed-nya dibajak. Terus semua DM atau pesannya dibaca-bacain.
2. Mau Update Jadi Nggak Bebas Semua orangtua kan gitu ya, selalu punya rasa khawatir yang berlebihan sama anaknya. Apalagi anaknya cewek. Pulang telat sedikit aja ditelpon-telponin. Ya emang sih, sebenarnya wajar mereka khawatir. Orang pas buat dan ngeluarinnya aja susah. Eh, pas buat mah gampang, ya. Coba bayangin kalau mereka bikin akun socmed. Hal yang pertama mereka lakuin pasti nge-follow-follow-in anaknya. Terus, yang jadi anaknya tertekan deh. Mau update jadi nggak bebas. Solusinya: block. Lalu berdoa semoga akun kamu nggak dikutuk jadi akun bot.
3. Sering Curhat Pada dasarnya, orang tua juga suka curhat. Cuma nggak keliatan aja dia curhatnya ke mana. Biasanya sih kalau nggak ke istri/suami, ya ke sodaranya. Kan kalau orang tua kamu punya akun socmed jadi gawat. Pagi-pagi taunya dia update. “Duh, masak apa ya hari ini? Malah tukang sayur semuanya naik haji lagi.” Atau kalau akhir bulan. “Duh, si papa. Masa uang bulanan mama semuanya dijadiin infaq sih.” Abis mereka ngetwit gitu, taunya diliatin temen kamu. Terus diomongin di mana-mana. Terus mama kamu masuk Hitam Putih.
4. Sering Dikepoin Biasanya orang tua suka insecure. Dia selalu pengin tau semua urusan yang dilakuin sama anak-anaknya. Walaupun sebenarnya privacy, tapi bagi mereka ah, bodo amat, anak-anak gue inih. Gue masukin ke perut lagi nih kalo songong-songong. Jadi jangan heran ketika mereka punya socmed, dia sering nge-stalk. Terus pas ngeliat tweet kamu, tiba-tiba komentar. “Kasian ya anak gue, hari ini dia baru kehilangan satu pengikut. Malah curhatnya sok-sokan pake bahasa Inggris lagih. Emangnya gue ngerti.”
5. Bakalan Suka Nyamber Bener-bener kasian sama anak yang orangtuanya punya social media. Kan nggak enak ya, kalau seandainya dia mention-mentionan sama pacarnya. “Sayang kamuuuu… :-* ” tiba-tiba orangtuanya nyeletuk. “Uuuh co cweet…. ( wakakakakak )
MAKAN DULU!!! . MANDII DULU” Atau kalau ada yang mention. “Kak, kok ganteng, sih?” tiba-tiba ada yang nyeletuk. “Ohiya, dong. Siapa dulu papanya?” buakakakakakak
Ada yang orangtuanya punya akun socmed, nggak? Terus, gimana pengalaman kamu?
Cerita BURUANNN !!
Selasa, 19 Januari 2016
Cantik - Ganteng
Apa sih yang ada di dalem benak lo kalo denger kata cantik/ganteng ?.
Yaaa, tiap orang pasti beda-beda dong.
Tapi di tulisan kali ini, gue bakal sharing tentang saat-saat dimana cewek keliatan lebih cantik dimata cowok dan saat-saat dimana cowok keliatan lebih Ganteng dimata cewek daripada yang diliat oleh orang lain.
Yok scroll ke bawah....
1. Pas jadi Searchingan Searchingan atau apalah itu.
Yang jelas pada waktu si dia masih jadi searchingan lo, pasti lo bakal ngerasa dia lebih cantik 100x lipat dari yang diliat orang lain. Ya, karena dalam fase ini lo cuma ngeliat dia dari sosial media, walaupun ketemu juga, lo cuma ngeliat dia dari sisi luar aja.
Dan karena lo belum tau sifat-sifat jelek dia....
2. Pas jadi Gebetan Gebetan, pas di fase ini juga dia bakal keliatan lebih cantik/ganteng.
Ya, namanya juga baru gebetan.
Pasti si cewek bakalan nunjukin sifat-sifat baiknya.
Dan si cowok bakalan ngeliat yang itu-itu aja dari si cewek Dia cantik, perhatian, suka ngucapin Selamet tidur, selamet pagi, selamet makan, begitupun sebaliknya dan untungnya selameeeet, cuma jadi gebetan...
3. Pas jadi Pacar orang Ini pasti udah pada tau.
Dan lo semua pasti udah sering denger, mungkin juga ada yang udah ngalamin.
Kenapa sih pas jadi pacar orang si dia keliatan lebih cantik/ganteng?. Yaa, itu karena lo gak bersyukur, dan lo cuma ngeliatin keharmonisan dia sama pacarnya..
Lo juga cuma ngeliat dari sudut pandang cantik/ganteng secara fisik.
Terus lo iri deh sama pacarya. Nyudut deh lo....Hhh
4. Pas jadi Mantan Bener gaaak?. Coba deh yang pernah ngerasain ini klik sharing, *eh*.
Kenapa gitu?
Karena pas lo ngepoin socmed punya mantan, banyak banget yang lagi ngedeketin.
Dan pada akhirnya lo cuma terjebak nostalgia.
Alamat deh gagal Move on... hihihihi
5. Pas jadi Pacar di pelaminan Yang ini siiiiih, hmmm, apa yaaa... Gimana gak lebih cantik, orang bentar lagi si dia bakal jadi temen hidup lo.
Dan pas di pelaminan dan seterusnya, gak akan ada lagi istilah jaim. Kemudian, lo bakal ngeliat kecantikan/kegantenganan pasangan lo dengan segala kekurangan yang dia punya. Jadi, sebenernya, kalo kita bersyukur, semuanya itu akan terasa lebih. hehehe...
Yaaa, tiap orang pasti beda-beda dong.
Tapi di tulisan kali ini, gue bakal sharing tentang saat-saat dimana cewek keliatan lebih cantik dimata cowok dan saat-saat dimana cowok keliatan lebih Ganteng dimata cewek daripada yang diliat oleh orang lain.
Yok scroll ke bawah....
1. Pas jadi Searchingan Searchingan atau apalah itu.
Yang jelas pada waktu si dia masih jadi searchingan lo, pasti lo bakal ngerasa dia lebih cantik 100x lipat dari yang diliat orang lain. Ya, karena dalam fase ini lo cuma ngeliat dia dari sosial media, walaupun ketemu juga, lo cuma ngeliat dia dari sisi luar aja.
Dan karena lo belum tau sifat-sifat jelek dia....
2. Pas jadi Gebetan Gebetan, pas di fase ini juga dia bakal keliatan lebih cantik/ganteng.
Ya, namanya juga baru gebetan.
Pasti si cewek bakalan nunjukin sifat-sifat baiknya.
Dan si cowok bakalan ngeliat yang itu-itu aja dari si cewek Dia cantik, perhatian, suka ngucapin Selamet tidur, selamet pagi, selamet makan, begitupun sebaliknya dan untungnya selameeeet, cuma jadi gebetan...
3. Pas jadi Pacar orang Ini pasti udah pada tau.
Dan lo semua pasti udah sering denger, mungkin juga ada yang udah ngalamin.
Kenapa sih pas jadi pacar orang si dia keliatan lebih cantik/ganteng?. Yaa, itu karena lo gak bersyukur, dan lo cuma ngeliatin keharmonisan dia sama pacarnya..
Lo juga cuma ngeliat dari sudut pandang cantik/ganteng secara fisik.
Terus lo iri deh sama pacarya. Nyudut deh lo....Hhh
4. Pas jadi Mantan Bener gaaak?. Coba deh yang pernah ngerasain ini klik sharing, *eh*.
Kenapa gitu?
Karena pas lo ngepoin socmed punya mantan, banyak banget yang lagi ngedeketin.
Dan pada akhirnya lo cuma terjebak nostalgia.
Alamat deh gagal Move on... hihihihi
5. Pas jadi Pacar di pelaminan Yang ini siiiiih, hmmm, apa yaaa... Gimana gak lebih cantik, orang bentar lagi si dia bakal jadi temen hidup lo.
Dan pas di pelaminan dan seterusnya, gak akan ada lagi istilah jaim. Kemudian, lo bakal ngeliat kecantikan/kegantenganan pasangan lo dengan segala kekurangan yang dia punya. Jadi, sebenernya, kalo kita bersyukur, semuanya itu akan terasa lebih. hehehe...
Rabu, 16 Desember 2015
Jatuh Cinta dengan Orang yang Sudah Punya Kekasih, Harus Bagaimana?
Bicara tentang perasaan, memang sulit untuk dikendalikan kapan dan kepada siapa rasa cinta berlabuh. Apalagi saat Anda sedang sendiri tanpa kekasih, dan ada pria baik hati yang menarik perhatian. Permasalahannya, si pria sebenarnya sudah memiliki kekasih. Entah karena si pria juga tertarik dan menyayangi Anda, atau hanya 'menggoda', simak beberapa tips di bawah ini sebagai pencerahan saat Anda tengah didera kebimbangan karena mencintai orang yang telah memiliki kekasih. Atau Yg disebut I Love PACAR Orang wkwkwkkwkw
1. Pastikan Perasaan
Pastikan perasaan Anda kepada orang tersebut. Apakah hanya sekadar perasaan ingin memiliki atau benar-benar sayang? Ambil waktu yang Anda miliki untuk makin mengenal diri sendiri dan berbagai pertimbangan jika Anda memilih untuk maju dan mendekatinya.
2. Hargai Hubungannya
Sulit memang untuk menyembunyikan perasaan pada orang yang Anda sukai, apalagi harus terpaksa menjauhinya karena ia sudah punya pasangan. Namun demi nama baik diri sendiri, sebaiknya mulai jaga jarak. Jika sudah sama-sama mengetahui perasaan masing-masing, dan ternyata si dia juga mencintai Anda, tak ada salahnya untuk menunggu. Tapi ingat, ini bukan waktunya Anda untuk maju karena ia sudah memiliki kekasih. Jangan sampai Anda di cap sebagai wanita yang menghancurkan hubungan orang lain.
3. Apakah Si Dia Layak Ditunggu?
Sebelum memutuskan untuk maju atau mundur saat mencuri hatinya, Anda perlu tanyakan hal ini dalam hati: "Apakah si dia layak ditunggu?"
Ratih menyebutkan, ada empat poin yang perlu diperhatikan saat memilih pasangan, yaitu:
(1) pasangan yang pantas untuk dicintai dan kasihi;
(2) pasangan yang dapat dipercaya;
(3) pasangan yang bersikap respect terhadap Anda dan sebaliknya;
(4) pasangan yang dapat membuat satu sama lain tumbuh dan berkembang bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Dari empat kriteria tadi, Anda pun bisa memutuskan langkah ke depannya.
4. Jangan Mau Jadi Pelarian
Jangan mau menjadi pelarian saat si pria dan kekasihnya sedang bermasalah. Meskipun sayang, namun jika ia hanya menghubungi Anda saat sedang 'berjarak' dengan kekasihnya, maka ia bukanlah pria yang pantas.
"Seorang pria yang tidak dapat bertindak tegas, tidak dapat memutuskan apa yang ia inginkan, bukanlah pria yang tepat untuk kamu. Menurut kamu apakah dia mungkin akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya sekarang terhadap pacarnya? Atau sederhananya apakah ia mungkin menyelingkuhi diri kamu suatu saat nanti? Saran saya lebih baik kamu pertimbangkan kembali menjalani hubungan dengannya," ujar Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.
5. Anda Tak Harus Menunggu
Ingat status Anda saat ini, yaitu lajang dan bebas. Tak ada salahnya menunggu jika si dia memang pantas ditunggu. Namun tak perlu juga membuang waktu hanya untuk menunggu seseorang yang kurang pasti. Sembari menunggu, Anda juga bisa membuka hati dengan pria lain yang benar-benar tulus mencintai Anda.
1. Pastikan Perasaan
Pastikan perasaan Anda kepada orang tersebut. Apakah hanya sekadar perasaan ingin memiliki atau benar-benar sayang? Ambil waktu yang Anda miliki untuk makin mengenal diri sendiri dan berbagai pertimbangan jika Anda memilih untuk maju dan mendekatinya.
2. Hargai Hubungannya
Sulit memang untuk menyembunyikan perasaan pada orang yang Anda sukai, apalagi harus terpaksa menjauhinya karena ia sudah punya pasangan. Namun demi nama baik diri sendiri, sebaiknya mulai jaga jarak. Jika sudah sama-sama mengetahui perasaan masing-masing, dan ternyata si dia juga mencintai Anda, tak ada salahnya untuk menunggu. Tapi ingat, ini bukan waktunya Anda untuk maju karena ia sudah memiliki kekasih. Jangan sampai Anda di cap sebagai wanita yang menghancurkan hubungan orang lain.
3. Apakah Si Dia Layak Ditunggu?
Sebelum memutuskan untuk maju atau mundur saat mencuri hatinya, Anda perlu tanyakan hal ini dalam hati: "Apakah si dia layak ditunggu?"
Ratih menyebutkan, ada empat poin yang perlu diperhatikan saat memilih pasangan, yaitu:
(1) pasangan yang pantas untuk dicintai dan kasihi;
(2) pasangan yang dapat dipercaya;
(3) pasangan yang bersikap respect terhadap Anda dan sebaliknya;
(4) pasangan yang dapat membuat satu sama lain tumbuh dan berkembang bersama menjadi pribadi yang lebih baik. Dari empat kriteria tadi, Anda pun bisa memutuskan langkah ke depannya.
4. Jangan Mau Jadi Pelarian
Jangan mau menjadi pelarian saat si pria dan kekasihnya sedang bermasalah. Meskipun sayang, namun jika ia hanya menghubungi Anda saat sedang 'berjarak' dengan kekasihnya, maka ia bukanlah pria yang pantas.
"Seorang pria yang tidak dapat bertindak tegas, tidak dapat memutuskan apa yang ia inginkan, bukanlah pria yang tepat untuk kamu. Menurut kamu apakah dia mungkin akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannya sekarang terhadap pacarnya? Atau sederhananya apakah ia mungkin menyelingkuhi diri kamu suatu saat nanti? Saran saya lebih baik kamu pertimbangkan kembali menjalani hubungan dengannya," ujar Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop.
5. Anda Tak Harus Menunggu
Ingat status Anda saat ini, yaitu lajang dan bebas. Tak ada salahnya menunggu jika si dia memang pantas ditunggu. Namun tak perlu juga membuang waktu hanya untuk menunggu seseorang yang kurang pasti. Sembari menunggu, Anda juga bisa membuka hati dengan pria lain yang benar-benar tulus mencintai Anda.
Senin, 14 Desember 2015
Alasan Perhatian Orang Lain Lebih Berkesan Dari Pasangan
Pada umumnya, jika Kita mendapatkan perhatian dari Orang lain yang bukan pasangan/kekasih Kita, Kita justru merasakan sesuatu yang lebih berkesan. Tidak seperti perhatian pasangan yang kesannya membahagiakan tapi tidak sehebat yang dirasakan ketika mendapatkan itu dari Orang lain. Bahkan ada beberapa Orang yang justru merasa biasa saja jika diperhatikan oleh pasangan sendiri. Ini tentu memiliki resiko buruk bagi hubungan. Kita menjadi haus akan perhatian orang lain lebih berkesan dari pasangan.perhatian saja bukan haus perhatian dari kekasih. Jika sudah begini, Kita menjadi terbiasa dengan yang namanya perhatian dari siapapun.
Hal ini tentu terjadi karena ada sebabnya. Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang hal itu, Kita cari persamaan atas kasus tersebut. Bagi yang punya Orang Tua tentu saja sering mendapatkan kebaikan dalam banyak bentuk. Salah satunya adalah uang saku yang sering diberikan dulu saat Kita masih kecil. Anggap saja 10.000 satu hari, sesuai kebutuhan Kita. Apa yang Kita rasakan saat mendapatkan uang saku tersebut, biasa saja. Dan banyak juga yang justru tidak mengucapkan terima kasih sama sekali, terima langsung nyelonong pergi.
Tapi berbeda saat Orang lain memberi uang pada Kita, Kita tidak keberatan untuk mengucapkan terima kasih. Rasanya sangat berharga sekali uang tersebut dan kadang Kita tidak lupa menceritakan pada Orang Tua Kita. Orang Tua Kita ikut senang dan juga menunjukkan sikap berterima kasih pada Orang yang berbuat kebaikan tersebut. Hanya itu yang dilakukan Orang Tua Kita dulu. Dan tentunya Mereka tidak membandingkan kebaikan Orang lain dengan apa yang sudah Mereka berikan pada Kita. Tidak mengungkit segala hal yang diberikan, dan kadang hanya tersenyum. Tapi Kita tidak pernah menyadari hal itu.
Hari-hari berikutnya, Kita akan terus mendapatkan banyak hal dari Orang Tua. Tapi kita tidak merasakan sebagai sesuatu yang istimewa. Dan saat ada Orang lain yang memberikan kebaikan pada Kita lagi, rasanya sangat berkesan dan mampu membuat Kita lebih menyukai Orang tersebut, menurut apa yang dikatakan, bahkan dengan senang hati melakukan hal yang diperintahkan. Sementara untuk Orang Tua Kita sendiri, Kita sering tidak mendengarkan Mereka, membentak, bahkan tidak memikirkan Perasaan Mereka. Seharusnya Kita bersyukur Karena masih mendapatkan kasih sayang dari Mereka. Apa yang akan kalian lakukan jika seperti penulis Madjongke.com yang dari kecil tidak merasakan kasih Sayang Orang Tua, mungkin bagi Kalian yang terbiasa bersama Orang Tua akan mengalami perubahan sangat buruk.
Jadi, apapun yang diberikan Orang Tua jika merupakan sebuah kebiasaan, akan terasa biasa saja. Begitu juga halnya dengan perhatian kekasih. Dia sering menanyakan "Sudah makan?", "Jaga kesehatan sayang", Dsb rasanya menyenangkan tapi tidak begitu istimewa, apalagi hubungan sudah berlangsung sangat lama, rasanya biasa karena sudah jadi kebiasaan. Berbeda jika mendapatkan dari Orang lain, rasanya begitu berkesan dan Kita tidak sungkan mengucapkan terima kasih. Bahkan banyak yang memberikan pujian terhadap Orang tersebut akan sikapnya.
Jadi, apapun itu jika sudah jadi kebiasaan rasanya akan biasa saja. Sehebat apapun itu, jika Kita sering menerima dari satu Orang yang sama maka tidak akan terasa istimewa. Berbeda jika Kita merasakan hal itu pada awal-awalnya atau dari Orang yang tidak pernah memberikan hal itu. Untuk itu, hal yang perlu dilakukan adalah belajar bersyukur. Perhatian pasangan tidak sesering dulu dan tidak terasa istimewa seperti dulu. Tapi apapun yang Dilakukan dan diperjuangkan oleh pasangan Kita, itu bukan semata-mata untuk dirinya saja, Kita juga akan merasakan hasil dari perjuangannya yang kadang Kita tidak pernah diberitahu pahit dan sakitnya berjuang untuk kebahagiaan bersama.
Hal ini tentu terjadi karena ada sebabnya. Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang hal itu, Kita cari persamaan atas kasus tersebut. Bagi yang punya Orang Tua tentu saja sering mendapatkan kebaikan dalam banyak bentuk. Salah satunya adalah uang saku yang sering diberikan dulu saat Kita masih kecil. Anggap saja 10.000 satu hari, sesuai kebutuhan Kita. Apa yang Kita rasakan saat mendapatkan uang saku tersebut, biasa saja. Dan banyak juga yang justru tidak mengucapkan terima kasih sama sekali, terima langsung nyelonong pergi.
Tapi berbeda saat Orang lain memberi uang pada Kita, Kita tidak keberatan untuk mengucapkan terima kasih. Rasanya sangat berharga sekali uang tersebut dan kadang Kita tidak lupa menceritakan pada Orang Tua Kita. Orang Tua Kita ikut senang dan juga menunjukkan sikap berterima kasih pada Orang yang berbuat kebaikan tersebut. Hanya itu yang dilakukan Orang Tua Kita dulu. Dan tentunya Mereka tidak membandingkan kebaikan Orang lain dengan apa yang sudah Mereka berikan pada Kita. Tidak mengungkit segala hal yang diberikan, dan kadang hanya tersenyum. Tapi Kita tidak pernah menyadari hal itu.
Hari-hari berikutnya, Kita akan terus mendapatkan banyak hal dari Orang Tua. Tapi kita tidak merasakan sebagai sesuatu yang istimewa. Dan saat ada Orang lain yang memberikan kebaikan pada Kita lagi, rasanya sangat berkesan dan mampu membuat Kita lebih menyukai Orang tersebut, menurut apa yang dikatakan, bahkan dengan senang hati melakukan hal yang diperintahkan. Sementara untuk Orang Tua Kita sendiri, Kita sering tidak mendengarkan Mereka, membentak, bahkan tidak memikirkan Perasaan Mereka. Seharusnya Kita bersyukur Karena masih mendapatkan kasih sayang dari Mereka. Apa yang akan kalian lakukan jika seperti penulis Madjongke.com yang dari kecil tidak merasakan kasih Sayang Orang Tua, mungkin bagi Kalian yang terbiasa bersama Orang Tua akan mengalami perubahan sangat buruk.
Jadi, apapun yang diberikan Orang Tua jika merupakan sebuah kebiasaan, akan terasa biasa saja. Begitu juga halnya dengan perhatian kekasih. Dia sering menanyakan "Sudah makan?", "Jaga kesehatan sayang", Dsb rasanya menyenangkan tapi tidak begitu istimewa, apalagi hubungan sudah berlangsung sangat lama, rasanya biasa karena sudah jadi kebiasaan. Berbeda jika mendapatkan dari Orang lain, rasanya begitu berkesan dan Kita tidak sungkan mengucapkan terima kasih. Bahkan banyak yang memberikan pujian terhadap Orang tersebut akan sikapnya.
Jadi, apapun itu jika sudah jadi kebiasaan rasanya akan biasa saja. Sehebat apapun itu, jika Kita sering menerima dari satu Orang yang sama maka tidak akan terasa istimewa. Berbeda jika Kita merasakan hal itu pada awal-awalnya atau dari Orang yang tidak pernah memberikan hal itu. Untuk itu, hal yang perlu dilakukan adalah belajar bersyukur. Perhatian pasangan tidak sesering dulu dan tidak terasa istimewa seperti dulu. Tapi apapun yang Dilakukan dan diperjuangkan oleh pasangan Kita, itu bukan semata-mata untuk dirinya saja, Kita juga akan merasakan hasil dari perjuangannya yang kadang Kita tidak pernah diberitahu pahit dan sakitnya berjuang untuk kebahagiaan bersama.
Langganan:
Komentar (Atom)